Kamis, 12 Februari 2015

Kami yang miskin

apa arti dari kata miskin ? kenapa dunia begitu tidak adil bagi mereka yang miskin ?

Apa dunia ini diciptakan untuk mereka yang kaya? Dan mereka yang mampu berkuasa, yang mampu membeli segalanya termasuk kami yang miskin? Kenapa kami yang miskin berjuang untuk hidup dengan mengeluarkan keirngat butir demi butir hanya untuk mencari sesuap nasi demi mengganjal kosong nya perut. Kami hidup hanya untuk bertahan hari ini, entah bagaimana besok setidaknya hari ini kami bisa makan itu sudah cukup. Yang kaya akan semakin kaya, mereka bisa melakukan apa saja seperti, mempekerjakan kami yang miskin dengan upah yang minim (terbatas) dengan tenaga ekstra yang kami keluarkan demi menyenangkan keinginan kalian. Kami juga punya impian sama seperti kalian yang kaya, yang bisa berada didalam kendaraan yang bersih tidak seperti kami. Boro-boro kami naik kendaraan bersih duduk diangkot yang penuh sesak saja kami tak mampu, hanya dengan kedua kaki dari Tuhan lah yang bisa kuandalkan saat aku berjalan mengais rejeki dipanas nya mentari pagi yang semakin panas. Kami juag punya impian seperti kalian yang berada diatas sana menikmati hasil yang bisa kalian banggakan, impian kami jelas tapi tidak nyata karena kemiskinan ini banyak diantara kami yang tidak dapat meneruskan mimpi. Ditertawakan oleh mereka yang berdasi rapi dan berpakaian cantik bak puteri, mereka berkata kami akan terus bermimpi tanpa beroleh hasil nyata. Apa kami miskin lantas tidak bisa bermimpi? Apa karena kalian dilahirkan berada dilingkungan kaya kalian bisa bermimpi dan berhasil mencapai mimpi? Tidak! Kami rasa tidak! Uang kami sedikit tapi kami yakin tekat kami lebih besar dan kelak diantara kami akan mencapai langit kami yang telah lama menjadi impian. Meski begitu kita berbeda aku hanya bumi dan kalian yang kaya adalah langit yang berada diatas bumi. Tapi entah bagaimana aku mensyukuri keadaan ini, aku bersyukur karena Tuhan menyediakan udara pagi yang masih segar untuk bisa kami nikmati, senyum lebar dari anak-anak lain yang sama seperti kami atau bahkan lebih. Satu hal yang bisa kami banggakan dari diri kami, kami bangga jika harus miskin karena kami tidak bersandiwara dalam kehidupan ini. Pernahkan kalian tahu saat kaya menhampri kalian, kalian harus menjaganya dengan baik supaya apa yang Tuhan beri tidka lantas hilang begitu saja seperti angin pagi yang mudah berlalu. Tak jarang kami yang miskin melihat mu malu mengenakan barang murah, tas murah, pakaian murah, dan lainnya. Kalian mengikuti apa yang berkembang, saling mengatakan “tas ku mahal, beru beli di LA” dan yang lain pasti tak mau kalah. Apakah begitu orang kaya sekarang? Kadang kalian membeli semua tak tau berapa uang yang kalian miliki hanya karena tuntutan gengsi kalian juga tak segan berbohong kepada kawan hanya untuk sebuah PENGHARGAAN. Itukah kaya? Jika kami yang miskin bisa apa adanya tanpa harus bersandiwara. Hanya tempat sementara ini yang menjadikan kita berbeda dimata manusia. SKYLA


0 komentar:

Posting Komentar