Waktu berlalu begitu cepat, sudah tiga tahun ia jauh dari anaknya, sang ibu pun memutuskan untuk mengunjungi anaknya yang sudah merindukan kedua anaknya. Perjalanan yang ditempuh melewati rumah si Bungsu maka ibu pundatang menghampiri si Bungsu, tak disangka kondisi si Bungsu tak seperti apa yang ibunya bayangkan, kondisi tak memprihatinkan dan menyayat hati ibu. Dari luar wanita tua ini tak percaya bahwa ini toko si Bungsu, Tokonya terlihat kotor seperti tidak dibersihkan, banyak sampah yang berada di depan toko si Bungsu hal yang sama terjadi pada bagian dalamnya kebutuhan yang dijual tidak lengkap dan hanya sedikit yang hanya bisa dia jual. "Nak, kenapa barang yang kamu jual sangat sedikit?" "Ini semuakan karena Ayah," Ibunya lalu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh si Bungsu "Kenapa kamu mengatakan karena ayah Bungsu?" "Iya, ayah\ penyebab semua, pertama ayah menyuruh ku jangan pernah menagih hutang kepada siapapun, maka dari itu aku membiarkan mereka mengambil barang yang ada ditoko ku, dan akupun tidak pernah menagih hutang itu lagi dna yang kedua, Ayah menyuruhku jangan sampai aku terkena terik matahari, karena aku hanya mempunya motor, aku putuskan untuk naik taxi supaya tidak terkena matahari dan kini uang ku habis untuk naik taxi dan membiarkan mereka membawa pulang barang ku." Ibu tersebut hanya diam dan tertunduk lesu mendengar pernyataan dari si Bungsu dan tak berapa lama ibu itu pamit kepada si Bungsu untuk mengunjungi si Sulung. Saat sampai ditempat si Sulung ibunya terkejut melihat apa yang ada didepan matanya, keadaan si Sulung berbeda dengan si Bungsu. Toko yang dimiliki si Sulung sangat lengkap dan bersih sangat jauh berbeda dengan saudaranya Ibu pun berkata : "Sulung mengapa tokomu begitu lengkap dan rapi, apa saja yang kamu lakukan?" Tanya si ibu. Sulung: "Bu, ini semua berkat wasiat yang ayah berikan kepada ku," Sang ibupun terkejut "Bagaimana bisa itu karena wasiat ayahmu?" Tanyanya kepada si Sulung dengan rasa penasaran, karena apa yang di lakukan si Bungsupun sama dengan si Sulung tapi hasil yang mereka dapatkan berbeda. "Ayah memberiku dua wasiat yang pertama, jangan menagih hutang, jadi barang yang jual tidak aku hutangkan dan mereka hanya dapat membeli dengan uang cash (secara langsung) dan yang kedua, ayah menyuruhku untuk jangan sampai terkena terik matahari, jadi aku datang dan membuka toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam." Apa yang di ucapkan si Sulung membuat ibunya menjadi tercengang tak berkata apapun.
Well, kenapa wasiat yang diberikan ke pada kedua anaknya menghasilkan hasil yang berbeda? Karena si Sulung percaya dan tidak menyimpan keraguan kepada Ayahnya, dia percaya apa yang ayahnya titipkan tidak akan pernah mengecewakan untuk dirinya, sedangkan si Bungsu tidak begitu, dia tidak percaya bahwa ayahnya akan membantunya lewat wasiat yang dititipkan, dia merasa apa yang dilakukan menjadi sia-sia. Tak hanya percaya, si Sulung pun semasa ayahnya hidup dia selalu membantu ayahnya berjualan ditoko, sehingga saat ayahnya pergi meninggalkan semua wasiat itu menjadi penuntunnya untuk sukses.
*Tuhan, tidak menciptakan manusia tanpa bakat (Talenta) dan Tuhan tidak menciptakan manusia hanya sekedar hidup dan menikmati dunia. Jika kamu belum menemukan bakat mu carilah dan andalkan Tuhan. mengandalkanNya membuat mu mudah melewati segala proses*






