Diatas Langit Impian

kitalah yang mengisi waktu menjadi terbaik dan luarbiasa

Aku dan Ayah terhebat

Pertahananku, pahlawanku

Ibu dan Ayah penolong ku hidup ku

Tempat ku bertahan sampai dilangit sana.

hanya aku

melawan waktu

Sahabat terbaik

berbagi dalam suka duka

Selasa, 18 Agustus 2015

Wasiat

Disuatu desa yang sangat kecil hisuplah dua orang anak, beserta kedua orang tuanya. Ayah dari anak itu mengalami sakit keras dan menyadari sebentar lagi akan pergi meninggalkan keluarganya. Ayah tersebut menitipkan wasiat kepada kedua anaknya, "Nak, sebelum ayah meninggalkan dunia ini, ayah mempunyai dua pesan untuk kalian jalani." "Baik ayah." Jawab kedua anak tersebut, "Dengarkan baik-baik." yang pertama jangan menagih hutang kepada siapapun dan yang kedua, jangan keluar diterik matahari." "Baik ayah." Mereka hanya menganggukkan kepala, tidak menanyakan kenapa ayah memberikan wasiat seperti itu kepada anaknya. Dari saat itu si Sulung mening ditingalkan rumah untuk memulai kehidupan begitupun dengan si Bungsu yang juga pergi meninggalkan rumah, hanya seorang wanita tua yang hidup sendirian dirumahnya kini, yaitu sang ibu dari si Sulung dan si Bungsu yang kini pergi merantau untuk mendapatkan rupiah.
Waktu berlalu begitu cepat, sudah tiga tahun ia jauh dari anaknya, sang ibu pun memutuskan untuk mengunjungi anaknya yang sudah merindukan kedua anaknya.  Perjalanan yang ditempuh melewati rumah si Bungsu maka ibu pundatang menghampiri si Bungsu, tak disangka kondisi si Bungsu tak seperti apa yang ibunya bayangkan, kondisi tak memprihatinkan dan menyayat hati ibu. Dari luar wanita tua ini tak percaya bahwa ini toko si Bungsu, Tokonya terlihat kotor seperti tidak dibersihkan, banyak sampah yang berada di depan toko si Bungsu hal yang sama terjadi pada bagian dalamnya kebutuhan yang dijual tidak lengkap dan hanya sedikit yang hanya bisa dia jual. "Nak, kenapa barang yang kamu jual sangat sedikit?" "Ini semuakan karena Ayah," Ibunya lalu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh si Bungsu "Kenapa kamu mengatakan karena ayah Bungsu?" "Iya, ayah\ penyebab semua, pertama ayah menyuruh ku jangan pernah menagih hutang kepada siapapun, maka dari itu aku membiarkan mereka mengambil barang yang ada ditoko ku, dan akupun tidak pernah menagih hutang itu lagi dna yang kedua, Ayah menyuruhku jangan sampai aku terkena terik matahari, karena aku hanya mempunya motor, aku putuskan untuk naik taxi supaya tidak terkena matahari dan kini uang ku habis untuk naik taxi dan membiarkan mereka membawa pulang barang ku." Ibu tersebut hanya diam dan tertunduk lesu mendengar pernyataan dari si Bungsu dan tak berapa lama ibu itu pamit kepada si Bungsu untuk mengunjungi si Sulung. Saat sampai ditempat si Sulung ibunya terkejut melihat apa yang ada didepan matanya, keadaan si Sulung berbeda dengan si Bungsu. Toko yang dimiliki si Sulung sangat lengkap dan bersih sangat jauh berbeda dengan saudaranya Ibu pun berkata : "Sulung mengapa tokomu begitu lengkap dan rapi, apa saja yang kamu lakukan?" Tanya si ibu. Sulung: "Bu, ini semua berkat wasiat yang ayah berikan kepada ku," Sang ibupun terkejut "Bagaimana bisa itu karena wasiat ayahmu?" Tanyanya kepada si Sulung dengan rasa penasaran, karena apa yang di lakukan si Bungsupun sama dengan si Sulung tapi hasil yang mereka dapatkan berbeda. "Ayah memberiku dua wasiat yang pertama, jangan menagih hutang, jadi barang yang jual tidak aku hutangkan dan mereka hanya dapat membeli dengan uang cash (secara langsung) dan yang kedua,  ayah menyuruhku untuk jangan sampai terkena terik matahari, jadi aku datang dan membuka toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam." Apa yang di ucapkan si Sulung membuat ibunya menjadi tercengang tak berkata apapun.
Well, kenapa wasiat yang diberikan ke pada kedua anaknya menghasilkan hasil yang berbeda? Karena si Sulung percaya dan tidak menyimpan keraguan kepada Ayahnya, dia percaya apa yang ayahnya titipkan tidak akan pernah mengecewakan untuk dirinya, sedangkan si Bungsu tidak begitu, dia tidak percaya bahwa ayahnya akan membantunya lewat wasiat yang dititipkan, dia merasa apa yang dilakukan menjadi sia-sia. Tak hanya percaya, si Sulung pun semasa ayahnya hidup dia selalu membantu ayahnya berjualan ditoko, sehingga saat ayahnya pergi meninggalkan semua wasiat itu menjadi penuntunnya untuk sukses.

*Tuhan, tidak menciptakan manusia tanpa bakat (Talenta) dan Tuhan tidak menciptakan manusia hanya sekedar hidup dan menikmati dunia. Jika kamu belum menemukan bakat mu carilah dan andalkan Tuhan. mengandalkanNya membuat mu mudah melewati segala proses*

Selasa, 11 Agustus 2015

Kesombongan

Empat tipe kesombongan.
1. Ketika kita beranggapan apa yang kita miliki adalah hasil keringat kita sendiri.
2. Ketika kita merasa berhak mendapatkannya.
3. Ketika kita beranggapan bahwa diri kita memiliki sesuatu kebaikan yang tidak kita miliki. Contoh : Kita katakan bahwa kita memiliki sesuatu seperti kejujuran, yang padahal kita tidak memilikinya.
4. Ketika kita menghendaki diunggulkan dari yang lain dan kita menjatuhkan yang lain dg kritik dan merusak. :)
Dan tipe kesombongan yang paling umum adalah mencintai diri sendiri secara berlebihan,
dengan melihat kecakapan kita sebagai sesuatu yang berasal dari diri kita sendiri bukan Tuhan. Itulah sebabnya mengapa orang dikuasai kesombongan itu, buta terhadap kelemahan-kelemahannya, sementara orang yang tidak sombong akan berupaya mengubah kelemahan-kelemahannya menjadi kebaikan. Kesombongan akan menghancurkan hubungan kita dengan orang lain. Kesombongan bisa muncul dalam banyak cara.
1. Kritikan
2. Persaingan
3. Dan tidak mau mengalah

Ada yang salah dengan kesombongan, yaitu menipu diri sendiri,  orang lain bisa melihatnya didalam diri kita tapi kita tidak bisa melihatnya. Jika kamu memiliki masalah dengan kesombongan, kamu tidak akan bisa melihatnya dalam hidupmu.


** Jadilah apa yang seharusnya terjadi, jangan memaksakan sesuatu terjadi sesuai keinginan diri sendiri **

Senin, 10 Agustus 2015

Cerita Cinta ku 2

Lanjut nulis bagian dua sekarang...
hmmmm... akhirnya ada waktu jugaaa....

Saat ini pagi sudah menampakkan diri dengan semilir angin yang menyejukkan. Bagiku tak ada beda udara yang menyapaku tetap sejuk dan menenangkan....
Aku duduk dan menikmati susu hangat dijendela ruang kamar, mataku tertuju pada pepohonan hijau  indah yang bergoyang bersama dengan angin. Aku tersentak dengan suara yang datang dari alarm jam weker yang berdering. ''Baiklah ternyata alarm yang aku setel salah waktu". Pikiran yang tadinya tenang membuatku linglung seketika, aku mulai memikirkan seseorang tetapi kali ini seorang (pria) itu bukanlah pria yang selama ini ada dalam setiap doa ku, bagiku dia hanya seperti hembusan angin sementara yang begitu saja melewati. kenapa? dia masih terasa, bukan dia yang aku impikan dan bukan dia yang aku ceritakan. Bukan!!! Dia membuatku sulit untuk memejamkan mata dan dia membuatku selalu memikirkannya sepanjang malam. "Oh berhentilah". Biarkan aku menatap apa yang sudah aku mulai, pergilah jika kau memang ingin pergi, berlarilah sekuat kamu mau dan jangan menoleh kepada ku lagi (sedikitpun) jika kamu berani menoleh, aku pun pasti akan menyetujuinya karena disinilah kelemahanku mulai dipermainkan oleh perasaan. Ijinkan aku kembali dengan apa yang pernah aku mulai tanpa adanya hembusan angin yang kau tiupkan melalui hari ku. Kamu yang sejak awal menjadi pilihanku, meski tidak sedikitpun kamu tahu tentang bagaimana aku memperjuangkan mu, aku akan tetap bersabar. :)

Puisi Hadirmu

Wajahmu memalingkan dunia ku
Memudarkan pandangan mata
Membutakan sekitar
Tapi tidak denganmu...
Melihatmu, memandangmu
Sudah cukup buatku
Merasakan arti hadirmu....
Merasakah kau, aku
Disini mengintaimu....
Tak sadarkah kau, hadirmu
Mengubah hidupku
Dirimu datang dan memberi arti

Puisi Kamu

Belum berjumpa setelah pertemuan itu
Belum ada tanda
setelah pertemuan terakhir itu
Kamu.... akankah kita
Kembali berjumpa
meski....
Kau tak tahu diri ini
Tak mudah aku melupakanmu
Pertemuan yang hanya kilas
Tak membuat memori
Dengan cepat, menghilalang dan memudar
Datanglah... datanglah...
Aku menunggu disini
Datanglah... datanglah...
Aku masih tetap disini

Puisi Hati ini



Aku melihatmu dengan penuh
Menatapmu dengan kasih
menahan diri menunggumu
Menantikan dirimu datang
Menjemputku
Mungkinkah kau datang
Kembali kemari?
Jauh setelah ini, akupun banyak berharap
Kau akan datang menemaniku....

Puisi Kedua kali



Datang kembali, hadir
Disetiap jam
Suara itu, nyaman dan menyentuh
Kubuka mata perlahan
Berdiri dan berirama...
Sungguh tak ada lagi
Ingin mengulangnya kembali
Saat kamu datang dan berdiri
Dan tak ingin melewatkannya...

Puisi Kerinduanku



Dia datang dengan kerinduan
Menyapamu dengan penuh kasih
Tak peduli bagaimana mereka
Melihat air mata ini jatuh
Diri ini akan tetap merindu dan memujimu...
Engkau yang kini selalu hadir
Dan tak pernah jauh
Meski ku tahu sebenarnya
Kita tak pernah berjumpa
Tapi hati ini... yakin...
Cintamu lah yang ku mau....

Puisi dalam diamku



Aku tak menanyakan siapa dirimu
Sekilas melihatmu, mataku
Tak ingin memalingkannya
Getaran-getaran
Yang tak pantas dirasa
Sekejap menjadi pantas
Mungkinkah mengagumi
Dalam sekejap....
Biarlah hati ini
Yang menentukannya
Ketika jumpa itu menyapa lagiss