Diatas Langit Impian

kitalah yang mengisi waktu menjadi terbaik dan luarbiasa

Aku dan Ayah terhebat

Pertahananku, pahlawanku

Ibu dan Ayah penolong ku hidup ku

Tempat ku bertahan sampai dilangit sana.

hanya aku

melawan waktu

Sahabat terbaik

berbagi dalam suka duka

Kamis, 12 Februari 2015

Kami yang miskin

apa arti dari kata miskin ? kenapa dunia begitu tidak adil bagi mereka yang miskin ?

Apa dunia ini diciptakan untuk mereka yang kaya? Dan mereka yang mampu berkuasa, yang mampu membeli segalanya termasuk kami yang miskin? Kenapa kami yang miskin berjuang untuk hidup dengan mengeluarkan keirngat butir demi butir hanya untuk mencari sesuap nasi demi mengganjal kosong nya perut. Kami hidup hanya untuk bertahan hari ini, entah bagaimana besok setidaknya hari ini kami bisa makan itu sudah cukup. Yang kaya akan semakin kaya, mereka bisa melakukan apa saja seperti, mempekerjakan kami yang miskin dengan upah yang minim (terbatas) dengan tenaga ekstra yang kami keluarkan demi menyenangkan keinginan kalian. Kami juga punya impian sama seperti kalian yang kaya, yang bisa berada didalam kendaraan yang bersih tidak seperti kami. Boro-boro kami naik kendaraan bersih duduk diangkot yang penuh sesak saja kami tak mampu, hanya dengan kedua kaki dari Tuhan lah yang bisa kuandalkan saat aku berjalan mengais rejeki dipanas nya mentari pagi yang semakin panas. Kami juag punya impian seperti kalian yang berada diatas sana menikmati hasil yang bisa kalian banggakan, impian kami jelas tapi tidak nyata karena kemiskinan ini banyak diantara kami yang tidak dapat meneruskan mimpi. Ditertawakan oleh mereka yang berdasi rapi dan berpakaian cantik bak puteri, mereka berkata kami akan terus bermimpi tanpa beroleh hasil nyata. Apa kami miskin lantas tidak bisa bermimpi? Apa karena kalian dilahirkan berada dilingkungan kaya kalian bisa bermimpi dan berhasil mencapai mimpi? Tidak! Kami rasa tidak! Uang kami sedikit tapi kami yakin tekat kami lebih besar dan kelak diantara kami akan mencapai langit kami yang telah lama menjadi impian. Meski begitu kita berbeda aku hanya bumi dan kalian yang kaya adalah langit yang berada diatas bumi. Tapi entah bagaimana aku mensyukuri keadaan ini, aku bersyukur karena Tuhan menyediakan udara pagi yang masih segar untuk bisa kami nikmati, senyum lebar dari anak-anak lain yang sama seperti kami atau bahkan lebih. Satu hal yang bisa kami banggakan dari diri kami, kami bangga jika harus miskin karena kami tidak bersandiwara dalam kehidupan ini. Pernahkan kalian tahu saat kaya menhampri kalian, kalian harus menjaganya dengan baik supaya apa yang Tuhan beri tidka lantas hilang begitu saja seperti angin pagi yang mudah berlalu. Tak jarang kami yang miskin melihat mu malu mengenakan barang murah, tas murah, pakaian murah, dan lainnya. Kalian mengikuti apa yang berkembang, saling mengatakan “tas ku mahal, beru beli di LA” dan yang lain pasti tak mau kalah. Apakah begitu orang kaya sekarang? Kadang kalian membeli semua tak tau berapa uang yang kalian miliki hanya karena tuntutan gengsi kalian juga tak segan berbohong kepada kawan hanya untuk sebuah PENGHARGAAN. Itukah kaya? Jika kami yang miskin bisa apa adanya tanpa harus bersandiwara. Hanya tempat sementara ini yang menjadikan kita berbeda dimata manusia. SKYLA


Proses Bahagia



Hanya ingin bahagia, hanya ingin seperti mereka yang bisa tertawa lepas seperti tidak memiliki kesedihan atau hal yang dipikirkan disetiap harinya. Apa mereka juga bersedih seperti aku? Apa mereka menutupi sakitnya hidup untuk bahagia dengan tawa yang mereka ciptakan? Bagaimanapun aku adalah perempuan cengeng yang ingin bahagia mencapai setiap hal. Aku selalu gagal mencoba setiap hal baru, apa Tuhan ingin mengujiku?  Aku lelah, aku menangis disetiap hal yang menyakitkan ku. Aku tak tahu cara bangkit dari setiap cerita yang membuat ku gagal. Tidak adakah satu hal pun yang membuatku tidak gagal saat aku baru mencoba? Mungkin seperti keberuntungan. Tidak adakah? Tidak bolehkah jika aku meminta sekali saja untuk tidak gagal? Tidak bolehkah aku merasa beruntung seperti orang lain tanpa harus berupaya? Meski hanya sekali? Hmmm, anehnya orang sekitar ku menilai akun adalah orang yang beruntung, yang bisa melakukan semua dan berani mencoba. Iya, itu karena aku tau jika aku melakukannya diawal akan gagal, maka aku melakukannya lebih dari sekali, mungkin bisa lebih dari dua kali agar aku tidak gagal. Maka aku meminta Tuhan untuk menjadikan ku tidak gagal diawal. Kali ini saat aku menulis ini aku sedang dalam kegagalan, sudah ku coba lagi dan gagal lagi, inilah proses ku bagaimana aku akan mencapainya meskipun gagal tapi seperti game yang jika aku teruskan maka bisa saja aku menjadi yang pertama menang meskipun gagal melebihi perkiraan ku. Berteman dengan kegagalan menjadikn ku mulai kuat dan tidak takut jika kegagalan menyapaku lagi, karena kegagalan akan mengajarkan ku bagaimana cara mencapai hal-hal yang diluar batas. SkyLa

Rabu, 04 Februari 2015

Lupa Handuk


Lagi asik nonton tv eh ibu manggil-mangil nyuruh mandi, “yaelah jam aja masih jam 5 lebih udah disuruh mandi” gerutu ku dalam hati dan dengan berat hati meninggalkan acara tv kesayangan tanpa disadari saat masuk kamar mandi lupa bawa handuk? Asem...
http://cdn.klimg.com/kapanlagi.com/p/sinead3012c.jpg


Sudah mandi cepet biar gak ketinggal banyak cerita ditv, malah handuk ketinggalan. Gak ada cara lain yang bisa dilakukan. Baju kotor yang tadi aku pakai sebelum mandi harus aku pakai lagi untuk menggantikan handuk yang lupa ke bawa. Jadi dikira kayak orang belum mandi karena harusnya wangi jadi asem lagi. Ternyata handuk itu berharga banget. Pernah ngalamin lupa handuk juga gak? Terus apa yang kalian pikirkan saat gak ada handuk? Hayo...
Ini cerita ku, mana cerita mu?











Kering Tempe



Dulu waktu awal kuliah, aku belum tau dimana tempat makan enak. Tapi untungnya kost’an deket banget sama alfamart, meskipun gak bisa makan enak untuk sementara setidaknya perutku bisa terisi. Sementara waktu sembari mencari tau tempat makan aku belanja mie instan dan makan mie instan hampir setiap saat selama seminggu, dikost juga gak boleh masak alhasil makan mie direbus pake pemanas air (heater). Kata orang gak boleh makan mie terlalu sering dan gak boleh juga masak mie sekali rebus harus dua kali rebus. Hmmm kalo kayak gitu terus bisa-bisa aku mati gara-gara makan mie. Kan gak lucu ya. Setelah banyak tempat makan yang aku tahu, aku juga perlu makanan yang sudah siap makan gak perlu cari keluar lagi saat laper. Kok berat gini jadi anak kost, paling enak emang tinggal sama ortu gak akan kerepotan cari makan semua sudah disiapin, sekarang semua serba harus nyari sendiri.ckckck inilah derita anak kost. Akhirnya ortu ngirimin kering tempe,
itu satu-satunya makanan yang aku tahu bisa bertahan lama dan cocok untuk nasi. Sejak saat itu ortu sering mengirimkan kering tempe sampai diakhir kuliah ku kering tempe tetap menemaniku. Sudah menjadi rahasia umum jika hampir semua teman tau aku suka kering tempe, emmmm bukan suka kering tempe tapi terpaksa harus suka. Upssss


Tapi berkat kering tempe kiriman ortu uang jadi tidak berkurang untuk makan dan aa tambahan uang untuk ditabung karena makan kering tempe. Cara bersyukur sederhana yang aku rasakan bersama kering tempe. Terima kasih kering tempe mami sudah menemaniku dari awal kuliah sampai akhir kuliah jasa berharga disetiap butiran nasi yang aku makan. Tanpa mu mungkin aku lemas. Sesimpel ini. Kalian punya makanan favorit yang menemani saat kuliah. Ayo berbagi J