Senin, 01 Juni 2015

Ayah penolongku

Saat seorang ayah menyelamatkan aku dari maut, banyak hal yang mulai aku sadari betapa besar kasihNya untuk anakNya.  Setelah aku tumbuh menjadi gadis remaja dan mengenal lingkungan yang menurutku banyak terjadi hal mengerikan, kedengkian, rasa iri aku dapat melihatnya karena mereka  melihat betapa hebatNya Ayahku. Adakah orang tak marah ketika ayahNya dihina dengan makian  kejam?  Aku rasa semua akan marah, aku ingin triak dan memaki tepat dihadapan muka yang tak tau diri itu. Semua kembali Ayah ku kembali mengingatkan bagaimana pekerjaan sebuah kasih yang tidak menghakimi dan tidak membalas apapun yang orang lain perbuat kepada mu. Walau sakit semua tetap harus terjadi jika aku menjadi anakNya. Gak ada yang berhak menghakimi orang lain, karena semua manusia berdosa dan memiliki salah. Hari itu akan tiba, rasa sakit dan hinaan setiap orang harus dipertanggung jawabkan. Tidak ada yang bisa menghindari . 

Happy reading guys

0 komentar:

Posting Komentar