Minggu, 31 Mei 2015

Kini Aku Penakhluk Ombak


Dua kakak beradik tinggal dipesisir pantai yang tinggal di daerah Wediombo dipesisir pantai yang tinggal, Yogyakarta (Jawa tengah) yang kehidupan mereka berdua bisa dikatakan sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, orang tua mereka hanyalah seorang petani yang penghasilannya tidak bisa dipastikan setiap harinya, Dede sang kakak yang saat itu sedang bermain dipantai tanpa sengaja melihat ada tourist manca (bule)yang sedang asik bermain surfing. Dede melihatnya dari kejauhan dan tak berani mendekati pemain surfing yang sedang beristirahat dari permainan ombaknya. “Hello kamu ingin bermain?” tanya si om bule sambil menunjuk papan surfing, Dede mendekati dan menganggukkan kepala “ia aku mau.” Dede yang terbilang masih sangat muda di usianya tidak takut terhadap ombak yang sewaktu-waktu bisa menggulungnya, saat pertama Dede mencoba hanya beberapa kali dia gagal menaiki papan surfing, tak lama akhirnya dalam waktu sekejap Dede langsung bisa berdiri seimbang diatas papan surfing yang meluncur dibawa arus ombak menuju darat. “Om bule, om bule lihat aku?” triak dede ke arah om bule dan memperlihatkan dia mampu berdiri dengan baik. “Luar biasa Dede, kamu hebat.” “Makasih om bule, om bule sudah ngajarin aku main surfing.” “Tentu Dede, kita bisa berlatih lagi besok.” Aku pulang dengan sangat bahagia aku tak sabar menunggu hari esok untuk bermain surfing lagi. “Bu, Dede pergi dulu.” “kamu mau kemana?” “Dede mau main surfing.” Biasanya dihari minggu Dede membantu kedua orang tuanya pergi kesawah. “itu bahaya Dede.” Dede tak menghiraukan apa yang dikatakan ibunya, ia berlari dan mencari om  bule, dari kejauhan Dede mendapati om bule sedang bermain dengan ombak, Dede terkagum melihat apa yang om bule lakukan “Tadi om bule mainnya bagus banget, Dede juga mau dong diajari biar bisa jago om?”  “ ayo, come on kita latihan.” Ajak om bule sambil menarik tangan Dede, bule yang tidak terlalu bisa bahasa Indonesia dengan baik ini tidak membiarkan begitu saja Dede dengan talentanya, om bule merasa Dede mampu menjadi pemain surfing hebat, hingga suatu ketika om bule mengajak Dede unruk mengikuti trip disetiap daerah-daerah, sampai pada Dede menemukan cara baru bermain surfing dan mengembangkan bakatnya “Dede ingin om bule bangga.” Bisiknya ditelinga om bule dengan senyum simpul yang ditunjukkan Dede kepada om bule. Tiba saatnya sampai Dede mampu mengukir prestasi dengan permainan surfing yang mampu ia tunjukkan tak hanya di depan om bule. Kendati orang tua Dede sempat melarang karena sempat khawatir tentang keselamatan anaknya yang mulai suka olahraga ekstrim, namun Dede tidak patah semangat dia menunjukkan kepada kedua orang tuanya bahwa ombak akan menjadi teman Dede, saat ini Dede berhasil menyabet banyak prestasi dengan ombaknya, tapi ada hal yang membuat hatinya sedih dan tak bersemangat bermain surfing bukan karena orang tua yang sempat melarangnya untuk bermain dengan papan surfing. Kini si om bule yang menjadi kendala untuk Dede bermain, om bule pergi meninggalkan Jogja dan aku pergi ketempat asal om bule berada (pulang kampung) aku tak tau kapan om bule akan kembali datang dan melihatku bermain, aku merindukan dia menjadaia guru dan pengalaman hebatku. Hari ini aku mengajak adikku untuk bermain dan mengenal ombak, awalnya dia tidak mau, dia takut aku terus mengajaknya untuk tetap bermain bersama ku dengan ombak. Perginya om bule tak membuatku patah semangat untuk tetap bermain surfing, tak hanya surfing aku sekarang sibuk melakukan aktifitas kerja membantu kedua orang tua, aku terus mengembangkan talenta dengan bersahabat dengan ombak sampai dimana aku menemukan ada seorang datang dan mengajariku untuk bermain surfing. Dia adalah peselancar hebat yang luar biasa, tak disangka aku dapat menemu an guru baru lagi, dan dia mengajarkan anak-anak kampung bermain surfing sangat luar biasa. Zaki adalah guru yang mengajari ku mengembahkan permainan ku setelah om bule pergi. Ajang kejuaraan yang ku tunggu-tunggu kini telah datang menghampiriku, perlombaan besar series, ajang besar yang kutunggu. Aku akan berusaha semaksimal mungkin, banyak pemain hebat dan tangguh tapi disini aku tak akan takut, aku melakukannya karena aku menyukai ombak, musuh seperti apapun akan aku coba melawannya. Entah takdir apa yang membawa ku pada lawan yang pernah aku temui saat diadakan trip daerah bersama dengan om bule, lawan ku ini aku sudah mengetahui sedikit banyaknya tentang dia, sifat arogan yang dia miliki membuatku tidak ingin mundur selangkah pun dari perlombaan ini. Pemenang tidak menentukan seberapa kamu menguasai tapi bagaimana kamu bisa menjadi bagian dari permainan mu, aku berjuang untuk menjadi yang terbaik, menjadi pemenang bukan tujuan ku melakukan yang terbaik adalah tujuan ku. Pengumuman pemenang akan segera disampaikan oleh dewan juri dalam ajang besar ini, satu persatu juri menyebutkan siapa saja juara dalam ajang ini, tak kusangka juara pada ajang ini adalah aku anak pesisir pantai , yang semua berasal aku hanya kagum kepada orang bermain ombak hingga bersahabat dengan ombak. Kemenangan ku ini aku persembahkan untuk om bule yang telah banyak mengajariku bagaimana berteman dengan ombak dan aku berharap  om bule mampu melihatku dan bertemu kembali dengan ku untuk memperlihatkan dan mempersembahkan kemenangan ku untuk dirinya. Kini aku telah bersahabat dengan ombak, pantai dan ombak adalah bagian dari hidupku. Aku kini tak pernah takut berada dipesisir pantai ini rumahku, tempatku dan impian ku. 

0 komentar:

Posting Komentar