Dua kakak beradik tinggal dipesisir pantai yang tinggal di daerah Wediombo dipesisir
pantai yang tinggal, Yogyakarta (Jawa tengah) yang kehidupan
mereka berdua bisa dikatakan sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari, orang tua mereka hanyalah seorang petani yang penghasilannya tidak
bisa dipastikan setiap harinya, Dede sang kakak yang saat itu sedang bermain
dipantai tanpa sengaja melihat ada tourist
manca (bule)yang sedang asik bermain surfing.
Dede melihatnya dari kejauhan dan tak berani mendekati pemain surfing yang sedang beristirahat dari
permainan ombaknya. “Hello kamu ingin bermain?” tanya si om bule sambil
menunjuk papan surfing, Dede
mendekati dan menganggukkan kepala “ia aku mau.” Dede yang terbilang masih
sangat muda di usianya tidak takut terhadap ombak yang sewaktu-waktu bisa
menggulungnya, saat pertama Dede mencoba hanya beberapa kali dia gagal menaiki
papan surfing, tak lama akhirnya
dalam waktu sekejap Dede langsung bisa berdiri seimbang diatas papan surfing yang meluncur dibawa arus ombak
menuju darat. “Om bule, om bule lihat aku?” triak dede ke arah om bule dan
memperlihatkan dia mampu berdiri dengan baik. “Luar biasa Dede, kamu hebat.”
“Makasih om bule, om bule sudah ngajarin aku main surfing.” “Tentu Dede, kita bisa berlatih lagi besok.” Aku pulang
dengan sangat bahagia aku tak sabar menunggu hari esok untuk bermain surfing lagi. “Bu, Dede pergi dulu.”
“kamu mau kemana?” “Dede mau main surfing.”
Biasanya dihari minggu Dede membantu kedua orang tuanya pergi kesawah. “itu
bahaya Dede.” Dede tak menghiraukan apa yang dikatakan ibunya, ia berlari dan
mencari om bule, dari kejauhan Dede
mendapati om bule sedang bermain dengan ombak, Dede terkagum melihat apa yang
om bule lakukan “Tadi om bule mainnya bagus banget, Dede juga mau dong diajari
biar bisa jago om?” “ ayo, come on kita latihan.” Ajak om bule
sambil menarik tangan Dede, bule yang tidak terlalu bisa bahasa Indonesia dengan
baik ini tidak membiarkan begitu saja Dede dengan talentanya, om bule merasa
Dede mampu menjadi pemain surfing
hebat, hingga suatu ketika om bule mengajak Dede unruk mengikuti trip disetiap
daerah-daerah, sampai pada Dede menemukan cara baru bermain surfing dan
mengembangkan bakatnya “Dede ingin om bule bangga.” Bisiknya ditelinga om bule
dengan senyum simpul yang ditunjukkan Dede kepada om bule. Tiba saatnya sampai
Dede mampu mengukir prestasi dengan permainan surfing yang mampu ia tunjukkan tak hanya di depan om bule. Kendati
orang tua Dede sempat melarang karena sempat khawatir tentang keselamatan
anaknya yang mulai suka olahraga ekstrim, namun Dede tidak patah semangat dia
menunjukkan kepada kedua orang tuanya bahwa ombak akan menjadi teman Dede, saat
ini Dede berhasil menyabet banyak prestasi dengan ombaknya, tapi ada hal yang
membuat hatinya sedih dan tak bersemangat bermain surfing bukan karena orang tua yang sempat melarangnya untuk
bermain dengan papan surfing. Kini si
om bule yang menjadi kendala untuk Dede bermain, om bule pergi meninggalkan
Jogja dan aku pergi ketempat asal om bule berada (pulang kampung) aku tak tau
kapan om bule akan kembali datang dan melihatku bermain, aku merindukan dia
menjadaia guru dan pengalaman hebatku. Hari ini aku mengajak adikku untuk
bermain dan mengenal ombak, awalnya dia tidak mau, dia takut aku terus
mengajaknya untuk tetap bermain bersama ku dengan ombak. Perginya om bule tak
membuatku patah semangat untuk tetap bermain surfing, tak hanya surfing aku sekarang sibuk melakukan aktifitas
kerja membantu kedua orang tua, aku terus mengembangkan talenta dengan
bersahabat dengan ombak sampai dimana aku menemukan ada seorang datang dan
mengajariku untuk bermain surfing.
Dia adalah peselancar hebat yang luar biasa, tak disangka aku dapat menemu an
guru baru lagi, dan dia mengajarkan anak-anak kampung bermain surfing sangat luar biasa. Zaki adalah
guru yang mengajari ku mengembahkan permainan ku setelah om bule pergi. Ajang
kejuaraan yang ku tunggu-tunggu kini telah datang menghampiriku, perlombaan
besar series, ajang besar yang
kutunggu. Aku akan berusaha semaksimal mungkin, banyak pemain hebat dan tangguh
tapi disini aku tak akan takut, aku melakukannya karena aku menyukai ombak,
musuh seperti apapun akan aku coba melawannya. Entah takdir apa yang membawa ku
pada lawan yang pernah aku temui saat diadakan trip daerah bersama dengan om
bule, lawan ku ini aku sudah mengetahui sedikit banyaknya tentang dia, sifat
arogan yang dia miliki membuatku tidak ingin mundur selangkah pun dari
perlombaan ini. Pemenang tidak menentukan seberapa kamu menguasai tapi
bagaimana kamu bisa menjadi bagian dari permainan mu, aku berjuang untuk
menjadi yang terbaik, menjadi pemenang bukan tujuan ku melakukan yang terbaik
adalah tujuan ku. Pengumuman pemenang akan segera disampaikan oleh dewan juri
dalam ajang besar ini, satu persatu juri menyebutkan siapa saja juara dalam
ajang ini, tak kusangka juara pada ajang ini adalah aku anak pesisir pantai ,
yang semua berasal aku hanya kagum kepada orang bermain ombak hingga bersahabat
dengan ombak. Kemenangan ku ini aku persembahkan untuk om bule yang telah
banyak mengajariku bagaimana berteman dengan ombak dan aku berharap om bule mampu melihatku dan bertemu kembali
dengan ku untuk memperlihatkan dan mempersembahkan kemenangan ku untuk dirinya.
Kini aku telah bersahabat dengan ombak, pantai dan ombak adalah bagian dari
hidupku. Aku kini tak pernah takut berada dipesisir pantai ini rumahku,
tempatku dan impian ku.







0 komentar:
Posting Komentar