Diatas Langit Impian

kitalah yang mengisi waktu menjadi terbaik dan luarbiasa

Aku dan Ayah terhebat

Pertahananku, pahlawanku

Ibu dan Ayah penolong ku hidup ku

Tempat ku bertahan sampai dilangit sana.

hanya aku

melawan waktu

Sahabat terbaik

berbagi dalam suka duka

Kamis, 22 Januari 2015

Mencari Keadilan diBalik Jeruji Besi

Terkadang yang salah, belum tentu bisa disalahkan karena bukti yang mereka miliki dapat dimanipulasi meski tidak semuanya, yang salah dibenarkan, masih banyak yang salah tetap bersalah karena bukti yang ada.
keadilan,.....
sekarang nilai keadilan sudah dapat diperjual belikan begitu saja, rasa keadilan dapat dimanipulasi oleh petinggi dan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. dengan seenaknya mereka menggunakan keadilan seperti barang dagang yang bisa diperjual belikan begitu saja. hanya disini yang dapat menjual dan membeli yaitu mereka yang dipercaya oleh rakyat atau dipandang baik.pernahkah keadilan benar-benar adil tidak memihak siapapun. pernah dengar orang yang tidak bersalah masuk penjara dan mendapat hukuman yang tidak setimpal (sesuai). seorang wanita asal Arab ini terpaksa harus menerima hukuman pancung dari pengadilan, hanya karena dia ingin melindungi diri dari pemerkosaan kejam yang dilakukan pria bejat yang hanya ingin melampiaskan nafsu. Tanpa sengaja pisau yang akan digunakan untuk melukai perempuanyang akan diperkosanya  mengenai pria itu sendiri, karena perempuan itu ingin menyelamatkan diri tapi pisau berbalik mengenainya pria bejat itu dan membuat seorang perempuan (korban) mendapat hukuman yang dia tidak sengaja lakukan.
dan ada seorang pria idiot yang tidak memiliki pemikiran normal dia hanya ingin membahagiakan anaknyayang dimana menginginkan tas sekolah, ayah yang idiot yang tidak mungkin bisa menyakiti seperti kita yang memliki pikiran normal (tidak terganggu) melihat tas itu dipakai anak lain, yang tanpa sengaja anak itu meninggl didepannya karena terbentur, dia hanya ingin membantu tapi apa daya keterbatasan yang dia miliki, membuat ia harus rela menjadi tersangka dan mengalami hukum gantung, dan meninggalkan anaknya seorang diri hidup sebatang kara tanpa siapapun. ayah dari anak yang meninggal adalah kepala polisi, sehingga dia melampiaskan kepada korban yang memiliki keterbatan pikiran. benikah keadilan  yang ada sekarang? adakah cara lain untuk membeli uang diatas apapun! adakah keadilan sekarang yang tanpa memandang golongan.

*Jika uang mampu membayar keadilan maka nyawa pun akan terbayar oleh uang    

Bersama tapi tidak bersatu

Punya pacar, kemana-mana bareng, gak bisa hidup satu sama lain. widih pasti seneng banget. ada yang merhatiin, keluar kemanapun ada yang nemenin, gak ada yang ngebully kayak jomblo. hehee. Tapi, jomblo juga gak masalah have fun mau ngapain aja. Tujuan pacaran itu harusnya menuju kepernikahan kan ? tapi banyak juga yang kalo ditanya, kapan nikah ? gak tau, pacaran udah lama gak tau mau dibawa kemana? yang penting masih bisa bareng-bareng tiap saat. Ampun deh, buat apa sama-sama tiap saat kalo gak bersatu ? jangan sampe aja yang terbaik yang Tuhan kasih ngjauh gara-gara cuma pengen bareng terus gak tau ending nya kayak apa :v
kalo serius pengen nikah, waktu pacaran jangan cuma nyari yang bisa diajak sama-sama terus nayri yang bisa diajak bersatu deh. hehehe

menurut ku nih, bersama dan bersatu itu beda.
bersama, sama siapa aja bisa bersama sahabat, temen, ortu dan pacar bisa tetep bersama meskipun pikiran gak sama yang penting bersama. sedangkan bersatu menyatukan kesamaan pikiran, gak egois mau berbagi untuk terus bersama.
jadi menurut ku jangan buang waktu untuk hal yang merugi.
*Bersama boleh aja, asal nanti harus bersatu XD

Focus Pada Satu titik

satu hari 24jam, 1 jam 60menit. ada berapa banyak waktu yang bisa dikerjakan dalam satu hari dan sebanyak waktu itu banyak hal yang bisa dilakukan. setiap malem aku selalu buat perencanaan apa yang akan aku lakukan dihari esok. beberapa jadwal aku susun dan aku tulis dibuku untuk mengisi hari ku diawal hari esok. hari esok yang aku tunggu telah tiba, aku melakukan apa yang sudah terencana, hampir semua  mampu aku kerjakan, tapi entah kenapa semua yang aku kerjakan tidak ada satupun yang selesai dengan baik sampai finish.

beberapa hari berlalu, ayah ku menghubungi ku untuk mengetahui kabar ku, sembari curhat menceritakan hari-hariku apa saja yang aku lakukan, banyak hal yang kami ceritakan dan ayahku menitipkan pesan untukku. "Focus, kalo sekarang kuliah dan skripsi focus untuk hal itu, jika ingin mengerjakan hal lain selesaikan dulu kuliah dan skripsi, tanggung jawabmu selesaikan baru kamu bisa melakukan hak mu". apa yang ayah sampaikan, membuatku berpikir hari itu. aku biasanya melakukan banyak hal tanpa satupun yang berhasil hari itu. aku mencoba focus satu hal meskipun terkadang ingin melakukan hal lain. dan apa yang aku peroleh "Berhasil" hari itu, disatu hari aku bisa melakukan pekerjaan ku sampai selesai, dan besoknya melakukan hal lain yang berbeda tidak berkutat dengan hal yang sama. dari pesan ayah yang disampaikannya kepada ku, aku sukses melewati hari dan focus pada satu titik ku.

*Focus pada satu titik untuk melanjutkan tujuan berikutnya, abaikan titik-titik yang lain jika satu titik belum sempurna XD

Rabu, 14 Januari 2015

Melawan Bosan dengan Berpikir Kreatif

Seorang guru agama pada sebuah sekolah menengah pertama di kota Mataram mengeluh tentang rasa jenuh dan bosan yang menerpanya setiap saat ketika mengajar. Perasaan bosan dalam mengajar seperti virus yang setiap saat menggerus keyakinannya bahwa mengajar adalah ibadah.Perasaan bosan juga muncul karena apa yang diajarkannya kepada siswa selalu harus diulang dalam rangkaian tes dan evaluasi yang hanya mengejar angka-angka kelulusan siswa sebagai penanda berakhirnya rangkaian proses belajar-mengajar.
Alhasil, karena disorientasi dalam mengajar, bisa dikatakan bahwa perasaan bosan menerpa hampir seluruh guru di sekolah.Penyebabnya selalu tidak tunggaul, melainkan banyak factor. Tetapi jika diurut secara seksama tentang factor dominan apa yang menyebabkan munculnya perasaan bosan para guru, ternyata karena minimnya imajinasi kreatif dalam melakukan proses belajar mengajar. Minimnya imajinasi kreatif lebih banyak disebabkan oleh ketergantungan yang tinggi kepada bahan ajar dan instruksi-instruksi tiada henti dari para kepala sekolah, pengawas, dan dinas terkait tentang kurikulum.
Bukti dan bentuk kebosanan lainnya saya dapati dari ratusan kali workshop tentang kurikulum 2013. Ketika mengajak para guru untuk mengubah mind-set atau cara pandang tentang mengapa kurikulum harus berubah, saya tak menggunakan lembar demi lembar slide Rhenald Kasali yang disediakan Kemendikbud. Padahal substansi perubahan paradigma tentang kurikulum dalam rangkaian proses pelatihan kurikulum sangatlah penting. Karena itu menurut hemat saya, daripada memberikan mereka paradigm perubahan dari tuntutan global yang belum tentu cocok dengan gaya berpikir guru, lebih baik mengajak mereka untuk melihat persoalan kreativitas dari sisi mereka sendiri.
Dalam setiap workshop, saya selalu meminta para guru untuk membuat imajinasi visual tentang kurikulum.Imajinasi visual didasarkan pada teori belajar berbasis otak (brain based learning theories) yang kurang lebih menyebutkan bahwa setiap kata yang diucapkan atau dibaca oleh seseorang sesungguhnya ditangkap oleh otak kita secara visual atau dalam bentuk gambar.Misal, ketika kata “gajah” saya sebut, imajinasi para guru tentang gajah amatlah beragam.Ada yang menangkap gambar belalainya, gading, kaki dan badannya yang besar, kupingnya yang lebar dan sebagainya.Tak pernah sekalipun otak kita menangkap kata gajah dalam bentuk rangkaian huruf g-a-j-a- dan h.
Berangkat dari teori ini kemudian saya minta para guru untuk membuat definisi kurikulum secara visual. Hasilnya? Hampir semua guru selalu memandang negatif soal kurikulum karena imajinasi visual mereka tentang kurikulum tak jauh dari gambar dokumen (lesson plan), buku, pengawas, siswa, sekolah, uang, pensil, wajah orang dinas pendidikan, wajah menteri, benang kusut dan sebagainya. Jika ditanya lebih lanjut, hampir semua mengakui bahwa imajinasi mereka soal kurikulum sangatlah negatif bahkan cenderung traumatik, karena selama ini tuntutan soal kurikulum lebih banyak bersifat formal sehingga menghambat kreativitas guru dalam melakukan proses belajar-mengajar yang yang kreatif dan menyenangkan.
Padahal, sejatinya kreativitas adalah anugerah Tuhan yang hampir pasti dimiliki oleh setiap manusia. Hanya saja kreativitas dapat memiliki banyak makna, tergantung aspek dan bidang apa yang akan digeluti oleh seseorang. Sebagai bagian dari proses bekerja pikiran atau intelegensia manusia, kreativitas kerap jarang bisa dipahami secara langsung, bahkan oleh seseorang yang disebut kreatif sekalipun. Karena itu benarlah jika kreativitas didefinisikan sebagai proses mental dan sosial yang melibatkan daya kerja  otak yang berusaha menggabungkan konsep-konsep yang ada dengan ide-ide tertentu yang belum terlihat wujudnya.
Bukti dan bentuk kebosanan lainnya saya dapati dari ratusan kali workshop tentang kurikulum 2013. Ketika mengajak para guru untuk mengubah mind-set atau cara pandang tentang mengapa kurikulum harus berubah, saya tak menggunakan lembar demi lembar slide Rhenald Kasali yang disediakan Kemendikbud. Padahal substansi perubahan paradigma tentang kurikulum dalam rangkaian proses pelatihan kurikulum sangatlah penting. Karena itu menurut hemat saya, daripada memberikan mereka paradigm perubahan dari tuntutan global yang belum tentu cocok dengan gaya berpikir guru, lebih baik mengajak mereka untuk melihat persoalan kreativitas dari sisi mereka sendiri.
Dalam setiap workshop, saya selalu meminta para guru untuk membuat imajinasi visual tentang kurikulum.Imajinasi visual didasarkan pada teori belajar berbasis otak (brain based learning theories) yang kurang lebih menyebutkan bahwa setiap kata yang diucapkan atau dibaca oleh seseorang sesungguhnya ditangkap oleh otak kita secara visual atau dalam bentuk gambar.Misal, ketika kata “gajah” saya sebut, imajinasi para guru tentang gajah amatlah beragam.Ada yang menangkap gambar belalainya, gading, kaki dan badannya yang besar, kupingnya yang lebar dan sebagainya.Tak pernah sekalipun otak kita menangkap kata gajah dalam bentuk rangkaian huruf g-a-j-a- dan h.
Berangkat dari teori ini kemudian saya minta para guru untuk membuat definisi kurikulum secara visual. Hasilnya? Hampir semua guru selalu memandang negatif soal kurikulum karena imajinasi visual mereka tentang kurikulum tak jauh dari gambar dokumen (lesson plan), buku, pengawas, siswa, sekolah, uang, pensil, wajah orang dinas pendidikan, wajah menteri, benang kusut dan sebagainya. Jika ditanya lebih lanjut, hampir semua mengakui bahwa imajinasi mereka soal kurikulum sangatlah negatif bahkan cenderung traumatik, karena selama ini tuntutan soal kurikulum lebih banyak bersifat formal sehingga menghambat kreativitas guru dalam melakukan proses belajar-mengajar yang yang kreatif dan menyenangkan.
Padahal, sejatinya kreativitas adalah anugerah Tuhan yang hampir pasti dimiliki oleh setiap manusia. Hanya saja kreativitas dapat memiliki banyak makna, tergantung aspek dan bidang apa yang akan digeluti oleh seseorang. Sebagai bagian dari proses bekerja pikiran atau intelegensia manusia, kreativitas kerap jarang bisa dipahami secara langsung, bahkan oleh seseorang yang disebut kreatif sekalipun. Karena itu benarlah jika kreativitas didefinisikan sebagai proses mental dan sosial yang melibatkan daya kerja  otak yang berusaha menggabungkan konsep-konsep yang ada dengan ide-ide tertentu yang belum terlihat wujudnya.Berpikir Kreatif merupakan proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan (concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada. Dalam bahasa Guilford (dalam Munandar, 2009) kemampuan ini disebut berpikir divergen atau pemikiran menjajaki bermacam-macam alternatif jawaban terhadap suatu persoalan yang sama benarnya. Perkembagan kemampuan berpikir kreatif dipengaruhi oleh dua faktor utama: keturunan dan lingkungan.Jika melihat pengalaman di atas, jelas hambatan kreativitas guru lebih banyak disebabkan oleh pengarug lingkungan dan system pendidikan yang melihat kurikulum secara tidak kreatif. Padahal, sebetulnya semua orang diciptakan kreatif.Lingkunganlah yang membuat potensi kreatif ini tidak dapat berkembang dengan optimal. Di antara kendala mental yang menghambat perkembangan kreativitas antara lain adalah kesulitan untuk mencari jawaban yang benar (Trying to Find the “Right” Answer).
Salah satu dampak buruk dari pendidikan formal adalah fokusnya pada jawaban benar untuk pertanyaan atau masalah tertentu.Meskipun pendekatan ini membantu kita melakukan fungsi-fungsi sosial dalam masyarakat, namun cara ini berakibat buruk bagi pengembangan pemikiran kreatif individu.Orang kemudian banyak mengalami kesulitan ketika harus menyelesaikan permasalahan kehidupan nyata yang tidak hitam-putih, ambigu. Karena faktor lingkungan, para guru cenderung “patuh” secara membabi buta terhadap aturan soal kurikulum, misalnya, sehingga mengikuti aturan (following rules) menjadi jalan satu-satunya untuk selamat dari penilaian para pengawas. Kebiasaan ini tentu saja membunuh kreativitas guru, karena mereka tak berani menabrak aturan.Padahal, terkadang aturan harus dipecah, ditabrak, untuk berinovasi.Tentu saja hal ini berisiko. Jadi apa yang harus kita lakukan? Melanggar aturan mental. Cukup dengan bertanya, "Apa aturan saat ini yang menghentikan saya untuk menjadi lebih produktif?" Kita selalu dapat menantang aturan tertentu tanpa harus melanggarnya. Sering kali, selama proses kreatif ini, kita akan menemukan bahwa banyak hal inovatif dapat dicapai jika aturan dirusak atau diubah. Persoalannya, nyaris tak ada keberanian dari para guru untuk melawan aturan secara kreatif. Di ambil dari KickAndy

Ketidaksabaran

Bangun Pagi, rasa malas muncul hampir sebagian besar orang pasti akan begitu tidak nyaman, jika tempat nyaman yang dibangun seketika harus dibayarkan!
aku lupa untuk bangun dan mengucap syukur aku bangun dengan sedikit emosi yang meliputi, aku tidak sabar dengan diriku sendiri. hari itu aku tidak bisa mengendalikan diri dengan baik apa yang aku lihat dan aku lakukan. ada saja yang membuatku marah. ada orang yang ngebut didepan ku dan dan bercerita tidak sesuai hatiku itu menyebabkan diriku menjadi emosi. entah bagaimana itu, dia muncul saat aku bangun dan menanyakan ke Tuhan apa dan bagaimana ?

Bangun Pagi, rasa malas muncul hampir sebagian besar orang pasti akan begitu tidak nyaman, jika tempat nyaman yang dibangun seketika harus dibayarkan!
aku lupa untuk bangun dan mengucap syukur aku bangun dengan sedikit emosi yang meliputi, aku tidak sabar dengan diriku sendiri. hari itu aku tidak bisa mengendalikan diri dengan baik apa yang aku lihat dan aku lakukan. ada saja yang membuatku marah. ada orang yang ngebut didepan ku dan dan bercerita tidak sesuai hatiku itu menyebabkan diriku menjadi emosi. entah bagaimana itu, dia muncul saat aku bangun dan menanyakan ke Tuhan apa dan bagaimana ?

Dari Masa ke Masa

Si Pengendali UANG

Apa itu uang ? ada yang gak tau uang ? hampir semua orang mengenal apa itu uang. ada yang gak tau? ada. Siapa? Ia yang baru lahir dan disebut dengan bayi.
Fungsi uang bukan hanya sebagai alat tukar sehari-hari, uang juga dapat mengendalikan manusia.

anak kost dikasih uang ortunya awal bulan, tanpa pikir panjang uang habis sebelum satu bulan. nah dimana dikendalikannya manusia akan uang? ortu ngasih pasti sudah diperkirakan sebelumnya.

ada uang semua dibeli dan dengan uang akan adanya rasa percaya yang besar, tapi dengan tidak ada uang didompet maupun ditangan, apa yang terjadi? mencuri, meminjam uang untuk membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan dan hanya untuk gengsi semata dan emosional yang tinggi karena stress tidak memegang uang hingga pada kekerasan bahkan pembunuhan.
ini maksud dari dikendalikan uang lupa akan pikiran yang positif.
beberapa cara dapat dilakukan untuk mengendalikan UANG!
1. Bikin list, catet keperluan perbulan apa aja dan beli sesuai kebutuhan bukan keinginan.
2. Dompet, taruh uang secukupnya didalam dompet sehingga membeli sesuatu sesuai dengan isi   dompet.
3. ATM, jangan pergi ketempat-tempat dengan membawa ATM, karena akan membuat hal yang tidak diperlukan bisa terbeli dan berujung pada penyesalan.
4. Kartu kredit, hindari namanya kredit barang, mungkin diawal akan terlihat mudah karena barang sudah berada ditangan dengan membayar uang yang bisa terjangkau diawal tapi apa yang terjadi jika bulan berikutnya jika barang sudah rusak dan masih harus tetap membayar kredit? sia-sia. lebih baik uang nya ditabung dulu dan bersabar :o kredit bunga gak kecil.
5. Keluar, hindari keluar terlalu sering untuk hal yang tidak penting, nongkrong dan shopping berlebihan akan membuat pengeluaran lebih berat karena mata akan mudah tergiur untuk sesuatu yang terlihat menarik.
6. Syukur, ngucap syukur setiap saat untuk setiap yang sudah diberikan dan disediakan dijamin akan lebih bisa menghargai arti uang itu apa? sehingga uang dapat kita kendalikan dengan baik.

*Uang dapat membeli semua tapi lebih berkuasa manusia untuk mengendalikan uang dengan apa yang dibeli*

*Uang dapat mengendalikan manusia, tapi manusia harus mengendalikan uang*